Saingi AS Roma, Juventus Juga Inginkan Joshua Zirkzee? MU Dihadapkan pada Dilema Transfer

Rumor transfer Joshua Zirkzee semakin memanas jelang dibukanya bursa transfer musim dingin 2026. Penyerang milik Manchester United itu memang santer disebut ingin hengkang demi mendapatkan menit bermain lebih banyak, terutama menjelang Piala Dunia 2026.

Awalnya, hanya AS Roma yang dikabarkan sangat serius untuk memulangkannya ke Serie A. Namun kini daftar peminatnya bertambah. Menurut laporan terbaru, Juventus ikut masuk dalam perburuan, menjadikan situasi semakin rumit bagi Manchester United dan sang pemain.

Joshua Zirkzee bersama Manchester United menjadi incaran AS Roma dan Juventus
Joshua Zirkzee tengah menjadi rebutan dua klub besar Serie A.

Kabarnya, ketertarikan Juventus bukan sekadar rumor permukaan. Pelatih baru mereka, Luciano Spalletti, disebut menjadikan Zirkzee sebagai target prioritas untuk memperkuat lini depan pada paruh kedua musim. Laporan dari The Mirror bahkan menyebut Juventus sudah menghubungi agen sang pemain.

Di sisi lain, Manchester United menghadapi situasi pelik. Cedera Benjamin Sesko mempersempit opsi lini depan, membuat klub ragu melepas Zirkzee meski ia ingin pindah. Situasi ini menciptakan drama yang menarik di bursa transfer musim dingin mendatang.


Meningkatnya Minat Klub Serie A terhadap Zirkzee

Joshua Zirkzee bukan nama asing di Italia. Ia tampil mengesankan bersama Bologna sebelum akhirnya dibeli Manchester United pada musim panas lalu. Gaya bermainnya yang khas—teknikal, kuat, dan kreatif—menjadikannya salah satu striker muda paling menarik di Eropa.

Di MU, ia mengalami dinamika berbeda. Pelatih Ruben Amorim lebih sering mengandalkan Sesko dan Matheus Cunha sebagai pilihan utama di lini depan, membuat Zirkzee kehilangan banyak menit bermain.

Hal inilah yang membuat Zirkzee membuka pintu untuk keluar demi menyelamatkan peluangnya tampil bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.

Serie A menjadi opsi yang sangat logis karena:

  • Ia sudah terbiasa dengan kompetisi tersebut.
  • Gaya bermain liga cocok dengan profilnya.
  • Banyak klub Italia membutuhkan penyerang baru.

AS Roma disebut sebagai klub pertama yang mendekati MU. Namun situasinya berubah setelah Juventus menunjukkan ketertarikan kuat.


Juventus Masuk dalam Perburuan: Faktor Luciano Spalletti

Menurut laporan, ketertarikan Juventus terhadap Zirkzee datang langsung dari Luciano Spalletti, pelatih yang baru mengambil alih pada awal musim. Spalletti, yang dikenal memiliki filosofi menyerang dan mengutamakan teknik, melihat Zirkzee sebagai striker ideal dalam sistemnya.

Luciano Spalletti ingin mendatangkan Joshua Zirkzee untuk Juventus
Luciano Spalletti menilai Zirkzee sebagai sosok yang cocok untuk proyek barunya di Juventus.

Striker baru Juventus, Jonathan David, masih kesulitan menunjukkan ketajaman yang diharapkan. Performanya yang naik turun membuat Spalletti menilai perlu adanya opsi lain yang lebih fleksibel dan mampu berperan sebagai second striker maupun target man.

Zirkzee memenuhi beberapa kriteria penting untuk Juventus:

  • Kuat dalam build-up
  • Bisa menahan bola untuk mendukung winger
  • Kaya kombinasi teknik dan fisik
  • Sudah memiliki pengalaman di Serie A

Bagi Spalletti, keberadaan striker yang mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan sangat penting. Zirkzee menawarkan hal tersebut, membuat Juventus merasa perlu bersaing dengan AS Roma.


Juventus Mulai Dekati Agen Sang Pemain

Menurut sumber yang sama, Juventus tidak hanya mengamati dari jauh. Mereka disebut sudah melakukan kontak langsung dengan agen Joshua Zirkzee dalam beberapa hari terakhir.

Proposal yang ditawarkan Juventus cukup menarik:

  • Peminjaman 6 bulan dengan opsi pembelian permanen.
  • Jam terbang reguler untuk menjamin peluang Zirkzee bermain di Piala Dunia.
  • Kesempatan kembali ke Serie A, tempat ia bersinar bersama Bologna.

Juventus percaya penawaran tersebut akan disukai Zirkzee. Namun sayangnya, tidak semua kendali berada di tangan sang pemain.


MU Berpotensi Menghalangi Transfer

Sumber internal Inggris menyebutkan bahwa Manchester United kemungkinan besar akan memblokir transfer Zirkzee pada Januari.

Alasannya sangat jelas:

  • Benjamin Sesko mengalami cedera lutut dan harus absen panjang.
  • Kapasitas striker MU sangat terbatas jika Zirkzee pergi.
  • Ruben Amorim menilai Zirkzee tetap bagian penting dari kedalaman skuad.

Dalam formasi Amorim, striker memiliki peran vital dalam pressing dan transisi. Zirkzee mungkin bukan pilihan utama, tetapi ia adalah sosok yang dibutuhkan sebagai rotasi kunci.

Melepasnya tanpa pengganti sama saja dengan menciptakan lubang besar di lini serang.

Manchester United tahu situasi ini. Itulah mengapa meski Zirkzee ingin pindah, klub punya alasan kuat untuk menahan.


Dilema: Menahan Pemain atau Mempertaruhkan Kebahagiaan?

Situasi ini menempatkan MU dalam dilema besar:

Melepas Zirkzee → risiko kekurangan striker Menahan Zirkzee → risiko membuat pemain tidak bahagia

MU ingin mempertahankan Zirkzee, tetapi sang striker perlu bermain untuk memikat Louis van Gaal (pelatih Timnas Belanda). Jika tidak, tempatnya di Piala Dunia bisa hilang.

Inilah yang membuat masa depan Zirkzee menjadi salah satu subplot paling menarik di bursa transfer musim dingin 2026.

Pergeseran Dinamika Pasar: Mengapa Banyak Klub Memburu Striker Multifungsi

Kasus Joshua Zirkzee bukan sekadar soal transfer biasa. Ia merepresentasikan perubahan tren dalam dunia sepak bola modern. Klub-klub papan atas kini tidak hanya mencari striker yang bisa mencetak gol, tetapi juga striker yang mampu menjadi katalis permainan.

Zirkzee, dengan gaya bermainnya yang unik, termasuk dalam kategori langka tersebut. Ia bukan striker yang hanya bergerak di kotak penalti. Ia adalah penyerang modern yang:

  • turun ke lini tengah untuk membantu build-up,
  • memiliki kontrol dan dribel layaknya pemain nomor 10,
  • mampu menciptakan ruang bagi winger,
  • dan konsisten memenangi duel fisik.

Inilah mengapa klub-klub Serie A, yang terkenal dengan taktik matang dan permainan berbasis organisasi, sangat tertarik dengan sosok seperti Zirkzee. Baik AS Roma maupun Juventus melihat nilai tambah yang tidak dimiliki banyak striker lain di pasar saat ini.

SIMAK JUGA : Saat Semua Meragukan Neymar, Casemiro Pasang Badan: “Dia Masih yang Terbaik!”

Serie A memang menjadi habitat ideal bagi striker kreatif. Nama-nama seperti Dybala, Leao, Giroud, hingga Lautaro Martinez menunjukkan bahwa penyerang teknikal cenderung berkembang lebih pesat di liga ini.


AS Roma vs Juventus: Pertarungan Dua Gaya Rekrutmen

Ketertarikan AS Roma dan Juventus terhadap Joshua Zirkzee bukan hanya tentang siapa yang butuh striker. Ini juga mencerminkan filosofi rekrutmen dua klub besar Serie A yang saat ini sedang dalam fase transisi.

🟥 AS Roma: Mencari Pesaing Tammy Abraham

Roma membutuhkan striker yang bisa menjadi alternatif sekaligus pesaing Tammy Abraham. Mereka sudah lama ingin menambah orang kreatif di depan untuk mendukung Paulo Dybala yang tidak bisa diandalkan 100% sepanjang musim karena kondisi fisiknya.

Roma tertarik karena Zirkzee sudah membuktikan dirinya di Italia. Ia memiliki karakteristik yang cocok dengan gaya bermain klub Ibu Kota tersebut:

  • kreatif — bisa membuka ruang untuk Dybala,
  • kuat menahan bola,
  • baik dalam link-up play,
  • sering turun untuk menarik bek lawan.

Roma juga percaya diri bahwa Zirkzee dapat memberikan efek instan di paruh kedua musim.

⬛ Juventus: Modernisasi Era Luciano Spalletti

Berbeda dengan Roma, Juventus berada dalam fase modernisasi total setelah kurun waktu panjang mengalami inkonsistensi. Luciano Spalletti ingin menjadikan Juventus lebih progresif, lebih ofensif, dan lebih cair.

Dalam sistem Spalletti, striker harus bisa melakukan:

  • pressing tingkat tinggi,
  • pergerakan vertikal yang cepat,
  • kombinasi pendek dengan gelandang kreatif,
  • dan memainkan peran ganda sebagai pendukung sayap.

Zirkzee memiliki hampir semua yang dibutuhkan. Bahkan, beberapa analis sepak bola Italia menyebut Zirkzee sebagai “mini Benzema” versi muda—penyerang yang membantu menciptakan peluang, bukan sekadar menghabisinya.


Manchester United dalam Fase Pembangunan Ulang

Sementara dua raksasa Serie A sedang saling sikut, Manchester United berada di persimpangan jalan sendiri. Setelah mengalami periode turbulensi panjang, klub kini berada di bawah proyek jangka panjang Ruben Amorim dan struktur baru INEOS.

Sayangnya, salah satu masalah yang belum terselesaikan adalah komposisi striker. Cedera Sesko berarti United kehilangan ujung tombak utama. Matheus Cunha, meski sering mencetak gol, bukan murni striker berposisi 9.

Hal ini membuat keberadaan Zirkzee sebenarnya sangat penting dalam rotasi. Amorim memahami bahwa dalam jadwal padat Premier League, Liga Champions, dan FA Cup, tim membutuhkan tiga penyerang yang bisa bermain reguler.

Namun di sisi lain, ia juga menyadari bahwa Zirkzee membutuhkan menit bermain. Jika terus menjadi cadangan, performanya bisa menurun dan moralnya jatuh.

Apakah MU siap kehilangan pemain?

Secara finansial, menjual Zirkzee bukanlah pilihan ideal. Nilainya bisa naik dua kali lipat jika ia tampil di Piala Dunia. Menjualnya sekarang berarti kehilangan potensi keuntungan besar.

Secara taktik, melepasnya juga bukan langkah bijak. Tanpa Sesko dan tanpa pengganti, MU berisiko memainkan Cunha terlalu sering dan membuat lini serang kelelahan.

Inilah dilema yang membuat MU tampak enggan melepas Zirkzee ke Italia.


Peran Timnas Belanda dalam Situasi Ini

Joshua Zirkzee memiliki satu tujuan besar musim ini: Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Belanda, Louis van Gaal (yang kembali diangkat sementara), menegaskan bahwa ia hanya akan mempertimbangkan pemain yang mendapatkan menit bermain cukup di klub masing-masing.

Zirkzee paham betul situasi ini. Ketika ia jarang bermain di MU, peluangnya untuk terbang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bisa menipis.

Ini menjelaskan mengapa Zirkzee sangat terbuka untuk pindah:

  • Ia ingin berada di radar pelatih Belanda.
  • Ia tidak ingin mengulangi kegagalan Euro 2024 ketika ia dicoret di menit akhir.
  • Ia tahu usia emasnya dimulai sekarang.

Sumber dekat sang pemain menyebutkan bahwa Zirkzee sangat menyambut ide kembali ke Serie A karena ia merasa dihargai di sana.

Situasi ini menjadi tekanan tambahan bagi Manchester United.


Analisis Finansial: Apakah Juventus atau AS Roma Bisa Membayar?

Meski diminati banyak klub, tidak semua klub memiliki kapasitas finansial untuk memenuhi permintaan MU. Manchester United dilaporkan tidak tertarik melepas Zirkzee murah. Jika harus pergi, mereka ingin:

  • biaya pinjaman MAHAL,
  • klausul pembelian permanen,
  • jaminan menit bermain.

🟥 AS Roma

Roma sedang menjalani restrukturisasi finansial. Mereka bisa menawarkan biaya pinjaman, tetapi untuk opsi pembelian permanen, angka di atas €40–50 juta mungkin cukup berat.

⬛ Juventus

Juventus sedikit lebih fleksibel. Meski keuangan mereka tidak seperti era kejayaan, mereka masih bisa membayar opsi pembelian jika Zirkzee tampil bagus dalam masa peminjaman.

Juventus juga punya sejarah panjang memoles striker muda—mulai dari Morata, Vlahovic, hingga Kean. Karena itulah Zirkzee mungkin lebih tertarik jika harus memilih destinasi.


Bagaimana Reaksi Publik MU?

Sebagian besar fans Manchester United terbagi dalam dua kubu:

1️⃣ Kubu Pertahankan

Pendukung kubu ini menilai Zirkzee masih muda, berbakat, dan cocok untuk jangka panjang. Mereka percaya bahwa Ruben Amorim bisa mengembangkan kemampuannya seperti perkembangan Pedro Gonçalves atau Paulinho di Sporting.

2️⃣ Kubu Lepas Saja

Mereka berpendapat Zirkzee tidak cocok dengan pressing tinggi Amorim. Ia sering melewatkan peluang emas, dan dalam beberapa laga terlihat kurang agresif.

Perdebatan ini menunjukkan betapa rumit posisi MU dalam menghadapi tawaran dari AS Roma dan Juventus.


Penilaian Para Analis: Tepatkah MU Menahan Zirkzee?

Banyak analis Premier League memberikan komentar. Sebagian besar berpendapat bahwa jika MU tidak punya pengganti, mereka wajib mempertahankan Zirkzee.

Eks striker Arsenal, Kevin Campbell, mengatakan:

"Jika Sesko cedera panjang, membiarkan Zirkzee pergi adalah keputusan bunuh diri. Anda tidak bisa memainkan satu striker sepanjang sisa musim."

Sementara itu, analis Italia, Gianluca Di Marzio, menyebut:

"Zirkzee dibutuhkan di Italia. Ia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan. Jika MU melepasnya, itu hadiah besar bagi Juventus atau Roma."

Komentar-komentar ini membuat situasi semakin menarik, menunjukkan besarnya pengaruh Zirkzee dalam rencana musim dingin nanti.

Bagaimana Jika MU Melepas Zirkzee? Skenario dan Konsekuensinya

Jika Manchester United memutuskan untuk melepas Joshua Zirkzee pada Januari 2026, ada beberapa skenario yang mungkin terjadi. Masing-masing skenario memiliki konsekuensi besar bagi MU, proyek Ruben Amorim, maupun rencana jangka panjang klub di bawah INEOS.

🟧 Skenario 1: MU Melepas Zirkzee dan Tidak Mendatangkan Pengganti

Ini adalah skenario terburuk. Tanpa Zirkzee dan tanpa Benjamin Sesko yang masih cedera, lini depan MU akan bergantung penuh pada:

  • Matheus Cunha – striker yang lebih cocok sebagai second striker.
  • Marcus Rashford – yang kini lebih banyak bermain di Barcelona.
  • Winger muda – seperti Mbeumo atau Garnacho yang bukan nomor 9 alami.

Skenario ini berisiko membuat MU:

  • kehilangan daya serang,
  • sulit mengejar posisi Eropa,
  • lebih mudah ditebak secara taktik.

Itulah mengapa peluang MU melepas Zirkzee tanpa pengganti sangat kecil.

🟩 Skenario 2: MU Melepas Zirkzee dan Datangkan Striker Cadangan

MU bisa memilih opsi murah berupa striker veteran atau pemain low-risk seperti:

  • striker liga Belgia,
  • pemain Championship,
  • pemain yang kontraknya hampir habis.

Namun opsi ini dianggap kurang menarik. MU saat ini berusaha membangun skuad muda dan dinamis. Striker instan dinilai tidak cocok dengan proyek Amorim.

🟥 Skenario 3: MU Mempertahankan Zirkzee

Ini adalah skenario paling realistis. MU tetap membutuhkan Zirkzee sampai akhir musim. Dan jika Sesko kembali pulih, Amorim bisa mencoba beberapa formasi baru.

Dalam skenario ini, Zirkzee tetap punya peluang dapat menit bermain, meski tidak sebanyak saat ia berada di Bologna.


Apakah Juventus Lebih Berpeluang Dibanding AS Roma?

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah: mana yang lebih besar peluangnya, Juventus atau Roma?

Melihat dinamika yang terjadi, berikut analisisnya:

🟨 AS Roma

Roma menginginkan striker kreatif dan Zirkzee adalah pemain yang sempurna untuk itu. Namun ada dua hambatan utama:

  • keterbatasan finansial,
  • tidak adanya garansi pembelian permanen.

Roma lebih cocok untuk peminjaman murni, tetapi MU tidak tertarik pada model pinjaman yang tidak menguntungkan.

⬛ Juventus

Juventus memiliki:

  • pelatih baru yang agresif (Spalletti),
  • ruang finansial lebih fleksibel,
  • kebutuhan striker yang mendesak.

Juventus juga bersedia memberi garansi menit bermain. Inilah yang menjadi daya tarik terbesar bagi Zirkzee.

Dengan demikian, jika MU akhirnya membuka pintu negosiasi, Juventus adalah kandidat terkuat.


Perspektif Zirkzee: Prioritasnya Bukan Klub Besar, Tapi Menit Bermain

Dibanding memilih klub besar atau bergengsi, Zirkzee kini lebih fokus pada satu hal: tampil reguler agar dipanggil ke Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026.

Dalam beberapa wawancara sebelumnya, Zirkzee sering menekankan bahwa ia tidak ingin menjadi striker yang kariernya stagnan karena duduk di bangku cadangan.

Ia ingin menjadi pemain:

  • yang berpengaruh di klub,
  • yang bisa membantu tim,
  • yang menjadi pilihan utama.

Karena itu, Juventus bisa menjadi pilihan menarik. Tetapi Roma menawarkan sistem yang lebih cocok untuk tipe striker kreatif seperti dirinya.

Namun semua kembali pada keputusan Manchester United.


Pengaruh Transfer Ini pada Bursa Musim Dingin 2026

Jika transfer Zirkzee terjadi, bursa Januari bisa menjadi lebih hidup. Transfer ini bisa memicu efek domino:

  • Roma mungkin mencari striker lain jika gagal dapat Zirkzee.
  • Juventus bisa mengejar target alternatif seperti Beto atau Hojlund.
  • MU bisa mencari striker muda kelas dua seperti Vardyol atau Schouten.

Pasar striker memang sangat ketat. Harga para penyerang meningkat drastis usai Piala Dunia 2022, dan tren itu tak terlihat akan menurun.

Karena itu klub-klub kini lebih memilih meminjam striker berkualitas daripada membeli mahal.


Kata Para Jurnalis: MU Sedang Memainkan Strategi

Menurut jurnalis Inggris yang dekat dengan MU, rumor pemblokiran transfer Zirkzee sebenarnya adalah bagian dari strategi negosiasi.

MU mungkin akan mengizinkan peminjaman, tetapi:

  • dengan biaya tinggi,
  • dengan klausul pembelian wajib,
  • dan dengan jaminan menit bermain.

Menurut mereka, INEOS ingin memastikan bahwa setiap keputusan transfer harus memberikan nilai ekonomi bagi klub.

Dengan kata lain, MU tidak akan menyetujui transfer hanya karena pemain ingin pindah.


Prediksi Akhir: Apa yang Akan Terjadi?

Setelah menimbang semua faktor—finansial, taktik, kebutuhan tim, kondisi pemain, hingga agenda Piala Dunia—situasi ini kemungkinan berakhir pada tiga prediksi utama:

  1. Zirkzee bertahan di MU sampai akhir musim.
  2. MU membuka peluang peminjaman, tetapi hanya jika mendatangkan striker baru.
  3. Jika terjadi transfer, Juventus adalah kandidat terkuat.

Roma tetap berpeluang, tetapi finansial menjadi kendala utama. Sementara Juventus lebih agresif dalam negosiasi dan lebih mampu memenuhi permintaan MU.

Namun satu hal yang pasti: Joshua Zirkzee akan menjadi salah satu nama paling dibicarakan pada bursa transfer Januari 2026.


Kesimpulan Besar

Drama transfer Joshua Zirkzee kini menjadi salah satu fokus utama menjelang jendela transfer musim dingin. AS Roma dan Juventus sama-sama tertarik meminangnya, namun tujuan sang striker sangat jelas: ia ingin bermain lebih banyak untuk mengamankan posisinya di Piala Dunia.

MU berada dalam dilema besar. Di satu sisi, mereka butuh Zirkzee. Di sisi lain, sang pemain ingin pergi. Ketika dua tuntutan berlawanan ini bertabrakan, keputusan akhirnya akan sangat menentukan perjalanan klub dan karier sang striker.

Apakah Joshua Zirkzee akan kembali ke Serie A? Atau tetap bertahan di Old Trafford hingga akhir musim? Semua mata kini tertuju pada Manchester United.

Lebih baru Lebih lama