Striker Bayern Munchen dan kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, baru-baru ini mengungkapkan daftar empat striker terbaik sepanjang masa versinya. Publik sepak bola langsung gempar karena beberapa nama besar yang selama ini dianggap legenda justru tidak masuk daftar pilihan sang penyerang.
Dalam wawancara eksklusif bersama GOAL, Kane diminta untuk menyusun “Mount Rushmore versi striker” — yaitu empat penyerang terhebat yang sudah pensiun dan paling memengaruhi kariernya. Keputusan Kane mengejutkan banyak orang, terutama karena Thierry Henry serta beberapa nama populer lainnya seperti Zlatan Ibrahimovic dan Alan Shearer tidak ada dalam daftar.
Kane menjelaskan bahwa pilihannya sangat subjektif dan didasarkan pada gaya bermain serta dampak personal para legenda tersebut dalam perjalanan kariernya. Namun, keputusan itu tetap memicu perdebatan hangat di media sosial.
Berikut adalah ulasan lengkap empat striker terbaik versi Harry Kane, lengkap dengan alasan, cerita sejarah, serta pengaruh mereka dalam dunia sepak bola modern.
1. Ronaldo Nazario
Nama pertama yang muncul dari mulut Harry Kane adalah Ronaldo Nazario, legenda Brasil yang sering disebut sebagai salah satu penyerang paling komplet sepanjang masa. Ronaldo, atau yang akrab dijuluki “O Fenômeno”, adalah ikon sepak bola era 1990-an hingga awal 2000-an.
Kane tidak ragu menempatkan Ronaldo pada puncak daftar inspirasinya. Menurutnya, tidak ada pemain lain yang menawarkan kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dribel, finishing, dan insting predator seperti Ronaldo.
Dalam wawancaranya, Kane berkata:
“Saya rasa kami adalah dua pemain yang sangat berbeda gaya bermainnya, tetapi cara Ronaldo menyelesaikan peluang sama baiknya dengan siapa pun. Pergerakan dan kemampuan dribelnya luar biasa. Ia adalah pemain yang jauh lebih hebat dari saya.”
Kane mengaku bahwa ketika ia masih kecil, ia berusaha menonton semua pertandingan Ronaldo. Meski tidak bisa meniru semua aspek permainan sang legenda, Kane banyak belajar tentang cara membuka ruang dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Ronaldo sendiri memiliki prestasi yang nyaris mustahil disamai: dua Ballon d’Or, tiga kali pemain terbaik dunia, juara Piala Dunia, serta ikon bagi Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan.
Tidak mengherankan jika namanya menjadi pilihan pertama Kane. Hingga kini, Ronaldo masih dianggap sebagai rujukan utama bagi siapa pun yang ingin menjadi striker elit.
2. Wayne Rooney
Pilihan kedua Harry Kane jatuh kepada legenda Inggris Wayne Rooney. Banyak yang mengira Kane akan mengidolakan Rooney, dan tebakan itu benar adanya.
Rooney adalah mantan pemegang rekor gol terbanyak tim nasional Inggris sebelum akhirnya dipecahkan oleh Kane sendiri. Sebagai pemain muda, Kane tumbuh dengan menyaksikan Rooney tampil garang bersama Manchester United dan The Three Lions.
Kane menyebut Rooney sebagai representasi utama striker Inggris modern — kuat, cepat, punya visi bermain luar biasa, dan mampu menjadi playmaker ketika dibutuhkan.
Ia berkata:
“Saya ingat melihat Rooney memecahkan rekor gol timnas Inggris. Saya pikir saat itu betapa luar biasanya perasaan tersebut. Menyusul rekornya adalah kehormatan luar biasa bagi saya.”
Rooney memiliki kelebihan yang jarang dimiliki pemain lain: ia bisa bermain sebagai nomor 9, nomor 10, atau bahkan gelandang serang. Fleksibilitas itu membuatnya menjadi panutan banyak pemain muda, termasuk Kane.
Rooney juga dikenal sebagai pekerja keras di lapangan, tidak pernah takut duel, dan memiliki teknik halus meski bertubuh kekar. Pada masa jayanya, Rooney adalah ancaman bagi siapa pun — klub atau negara.
3. Raul Gonzalez
Pilihan ketiga mungkin mengejutkan sebagian fans Inggris: Raul González, legenda Real Madrid yang dikenal dengan sebutan “El Ángel del Madrid”.
Raul adalah simbol konsistensi dan elegansi. Ia bukan tipe pemain dengan fisik luar biasa seperti Ronaldo atau Rooney, tetapi kecerdasan membaca permainan menjadikannya salah satu finisher terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Kane berkata:
“Saya sangat suka melihat Raul bermain. Ia pemain cerdas, pergerakannya luar biasa, dan penyelesaian akhirnya sangat efisien. Saya banyak belajar dari caranya memilih posisi.”
Raul adalah raja Eropa sebelum era Cristiano Ronaldo. Ia memegang rekor pencetak gol terbanyak Liga Champions selama bertahun-tahun dan menjadi legenda tanpa kontroversi.
Statistik Raul:
- 734 pertandingan untuk Real Madrid
- 323 gol
- 6 gelar LaLiga
- 3 trofi Liga Champions
Kane yang dikenal sebagai striker elegan dan cerdas tentu akan sangat terinspirasi oleh sosok seperti Raul.
4. Teddy Sheringham
Nama terakhir dalam daftar Kane adalah salah satu pemain Inggris paling underrated: Teddy Sheringham.
Sheringham adalah striker dengan insting gol tinggi dan kecerdasan luar biasa dalam membaca permainan. Gaya bermainnya yang mengutamakan timing dan pemahaman ruang sangat memengaruhi Kane.
Kane mengaku sering menonton video Sheringham ketika masih remaja karena gaya bermain mereka cukup mirip: bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga penghubung antara lini tengah dan lini depan.
Sheringham punya karier panjang selama lebih dari 25 tahun, bermain untuk Nottingham Forest, Tottenham, Manchester United, West Ham, hingga Colchester United.
Beberapa pencapaiannya:
- Treble winner 1999 bersama Manchester United
- Pemain outfield tertua di EFL Championship (42 tahun)
- Gaya bermain visioner yang lebih dulu dari zamannya
Sheringham mungkin bukan striker flamboyan seperti Henry atau Ibra, tetapi pengaruhnya terhadap striker-striker Inggris sangat besar — termasuk bagi Kane.
Mengapa Thierry Henry Tidak Masuk Daftar?
Ini bagian yang paling memicu kontroversi. Thierry Henry adalah salah satu penyerang terbaik dalam sejarah Premier League. Jadi mengapa Kane tidak mencantumkannya?
Menurut analis sepak bola, ada tiga alasan:
- Henry bukan “role model langsung” bagi gaya bermain Kane. Henry adalah winger-striker yang mengandalkan kecepatan ekstrem dan dribel. Kane lebih mirip tipe finisher murni, seperti Sheringham atau Raul.
- Kane memilih pemain yang benar-benar membentuk dirinya. Ia memasukkan nama-nama yang ia tonton secara intens sejak kecil.
- Pilihan Kane sangat personal, bukan objektif. Ia tidak bermaksud merangking striker terbaik dunia, hanya menyebut panutannya sendiri.
Meski begitu, absennya Henry tetap menjadi bahan perdebatan besar di media sosial Inggris.
Perbandingan Gaya Bermain: Kane vs 4 Legenda Versinya
Untuk memahami lebih jauh alasan Kane memilih keempat nama tersebut, berikut ringkasan perbandingan gaya bermain mereka:
| Pemain | Gaya Bermain | Kesesuaian dengan Kane |
|---|---|---|
| Ronaldo Nazario | Daya ledak, dribel, finishing kelas dunia | Inspirasi kualitas dan agresivitas |
| Wayne Rooney | All-around striker, playmaker hybrid | Karakter dan mentalitas serupa |
| Raul | Penempatan posisi dan ketenangan | Mirip dalam penentuan ruang |
| Teddy Sheringham | Visioner, linking play, cerdas | Panutan utama Kane |
Pilihan yang Subjektif, tetapi Menggambarkan Jati Diri Harry Kane
Empat nama pilihan Harry Kane bukanlah daftar objektif striker terbaik sepanjang masa, tetapi lebih kepada siapa yang paling membentuk dirinya sebagai pemain. Dari Ronaldo yang fenomenal, Rooney yang komplet, Raul yang elegan, hingga Sheringham yang cerdas — semuanya mewakili bagian dari evolusi Kane sebagai penyerang modern.
SIMAK JUGA : 7 Rekan Satu Tim Timnas yang Pernah Bertikai Hebat, Kasus Vinicius Junior vs Raphinha Jadi Sorotan Dunia
Daftar ini menunjukkan bahwa Kane menyukai penyerang yang tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memberi pengaruh besar dalam permainan tim. Ia melihat lebih dari sekadar statistik; ia melihat karakter, kecerdasan, dan estetika sepak bola.
Meskipun Thierry Henry tidak masuk dalam daftar, hal itu tidak mengurangi kehebatan legenda Arsenal tersebut. Kane hanya memilih berdasarkan inspirasi personal — dan di mata seorang striker, panutan terbaik adalah mereka yang paling mengubah cara dirinya bermain.
Pada akhirnya, daftar ini adalah cermin dari perjalanan panjang Harry Kane dalam mencari jati diri sebagai striker top dunia.
Bagaimana Empat Striker Pilihan Kane Membentuk Identitasnya Sebagai Penyerang Modern
Ketika Harry Kane memilih Ronaldo Nazario, Wayne Rooney, Raul González, dan Teddy Sheringham sebagai empat striker terbaik versinya, keputusan itu sebenarnya memberikan gambaran mendalam mengenai identitasnya sebagai penyerang modern. Kane adalah salah satu striker yang tidak hanya mengandalkan penyelesaian akhir, tetapi juga memahami ruang, keseimbangan, dan dinamika permainan dengan sangat kompleks. Empat nama pilihannya mencerminkan sisi-sisi tersebut.
Dalam Ronaldo, Kane menemukan gambaran penyerang sempurna — kombinasi eksplosivitas, intuisi gol, serta keajaiban teknis. Ronaldo mengajarkan bahwa striker harus bisa mencetak gol dalam situasi apa pun: menerobos garis belakang, dribel di ruang sempit, atau menempatkan bola di sudut yang mustahil dijangkau kiper.
Dari Wayne Rooney, Kane belajar bahwa striker modern tidak bisa hanya menunggu bola. Ia harus menjadi kreator, penghubung, bahkan kadang menjadi pemain pertama yang menekan lawan. Rooney adalah paket lengkap: playmaker, target man, dan finisher sekaligus. Dalam permainan Tottenham dan Bayern, kita melihat Kane mengambil peran ini secara konsisten.
Raul memberikan perspektif berbeda — bahwa kecerdasan ruang jauh lebih penting daripada kecepatan atau kekuatan. Raul adalah simbol sepak bola elegan, dan Kane mereplikasi kualitas ini dalam caranya membongkar pertahanan lawan dengan gerakan minimalis namun efektif.
Sheringham melengkapi segalanya. Dari sang maestro, Kane mempelajari seni memainkan ritme serangan, memantulkan bola, dan mengatur tempo tanpa harus menyentuh bola terlalu banyak. Sheringham mengajarkan bahwa striker bukan hanya mesin gol tetapi juga otak dari transisi serangan.
Bagaimana Setiap Pemain Mewakili Tahap Perkembangan Harry Kane
Menariknya, empat sosok yang dipilih Kane seolah mewakili periode penting dalam kariernya. Ketika masih remaja, Ronaldo menjadi magnet yang memperkenalkan Kane pada keindahan sepak bola menyerang. Pada usia 10–14 tahun, Kane menyaksikan Ronaldo di Piala Dunia, di Real Madrid, dan dalam berbagai kompilasi video yang membuatnya jatuh cinta pada seni menjadi striker.
Saat beranjak menjadi pemain profesional, Kane menyaksikan Wayne Rooney sebagai simbol generasi terbaik Inggris. Rooney adalah panutan karena kedekatan usia, budaya, dan identitas sepak bola Inggris. Rooney menunjukkan kepada Kane bahwa striker Inggris bukan hanya target man seperti Alan Shearer, tetapi bisa menjadi kreator yang serba bisa.
Ketika mulai naik ke tim utama Tottenham, gaya bermain Kane semakin matang. Inilah periode ketika ia banyak mempelajari Raul. Raul adalah antitesis dari striker-striker fisik di Inggris. Elegansi Raul dan kemampuannya menjaga ketenangan di antara kerumunan bek lawan menjadi inspirasi bagi gaya penyelesaian Kane yang tenang dan presisi.
Sheringham, di sisi lain, adalah gambaran Kane masa kini — seorang striker senior dengan kecerdasan tak tertandingi. Ketika Kane bergerak lebih jauh dari kotak penalti, berdiri sebagai pengatur serangan di Bayern atau Inggris, gaya bermain Sheringham tampak sangat memengaruhinya.
Dengan kata lain, keempat striker itu bukan sekadar idola: mereka adalah blueprint perjalanan evolusi Kane.
Di Mana Posisi Thierry Henry Dalam Diskusi Ini?
Absennya Thierry Henry tetap menjadi sorotan, bahkan menutupi perhatian publik terhadap pilihan Kane lainnya. Namun memahami konteksnya, keputusan Kane sebenarnya logis. Henry memang penyerang fenomenal, namun gayanya tidak secara langsung mencerminkan perjalanan Kane.
Henry dominan sebagai inverted winger pada awal kariernya dan kemudian menjadi penyerang sayap dengan kecepatan eksplosif. Kane justru berada di kutub sebaliknya — penyerang yang mengandalkan kontrol, distribusi bola, serta posisi tubuh yang efisien.
Sejumlah analis percaya bahwa Kane lebih banyak belajar dari striker berorientasi ruang seperti Raul atau Sheringham ketimbang pemain yang mengandalkan kecepatan seperti Henry. Hal ini juga sejalan dengan karakter Premier League ketika Kane mulai berkembang — liga yang saat itu lebih menonjolkan striker berbasis fisik dan taktis, bukan pelari cepat seperti Henry.
Tetap saja, Henry memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Inggris. Ia striker terbaik Premier League versi banyak pemain dan pengamat. Namun daftar Kane tidak berusaha menentukan yang terbaik secara objektif: itu adalah daftar yang paling memengaruhi dirinya secara personal.
Striker Modern: Evolusi Posisi yang Mengubah Cara Kane Melihat Sepak Bola
Jika melihat perjalanan karier Kane, ia adalah hasil kombinasi tradisi striker Inggris dan evolusi modern. Dulu, striker identik dengan target man. Tugasnya sederhana: menahan bola dan mencetak gol. Namun Ronaldo, Rooney, dan Raul menunjukkan bahwa peran striker bisa lebih kompleks.
Ronaldo membuktikan bahwa striker bisa menjadi dribbler utama. Rooney menunjukkan bahwa striker bisa menjadi playmaker. Raul mengajarkan bahwa striker tidak butuh fisik monster untuk menjadi fenomenal. Sheringham mempopulerkan peran second striker cerdas yang mendikte tempo.
Kane bukan hanya mempelajari semua ini — ia menggabungkannya. Hari ini, Kane adalah:
- Pencetak gol kelas dunia
- Pencipta peluang terbaik di Premier League selama bertahun-tahun
- Pendekat ruang paling cerdas di Bundesliga
- Penyedia assist reguler
Kane adalah bukti nyata bahwa peran striker telah berevolusi, dan pilihannya atas empat legenda itu mencerminkan transformasi tersebut.
Pengaruh Empat Striker Ini Terhadap Generasi Penerus
Menariknya, daftar Kane ini tidak hanya memperlihatkan siapa idolanya, tetapi juga menunjukkan siapa yang seharusnya dijadikan panutan oleh generasi muda. Striker-striker masa depan tidak lagi bisa sekadar menunggu bola atau hanya berlari mengejar ruang. Mereka harus cerdas, teknis, dan kaya variasi.
Ronaldo menunjukkan keajaiban kemampuan individu. Rooney menunjukkan mentalitas kerja keras tanpa batas. Raul memperlihatkan kecerdasan tanpa banyak bicara. Sheringham memperkenalkan efisiensi dan kreativitas.
Jika digabungkan, nilai-nilai ini menciptakan striker modern yang lengkap — dan inilah yang tampaknya ingin disampaikan Kane secara tidak langsung.
Pilihan Kane sebagai Cerminan Psikologis Seorang Striker
Ketika ditanya siapa panutannya, seorang pemain tidak hanya menjawab secara teknis tetapi juga psikologis. Ronaldo adalah simbol kepercayaan diri mutlak. Rooney adalah simbol agresivitas dan determinasi. Raul adalah simbol ketenangan. Sheringham adalah simbol pemikiran jernih dalam tekanan.
Kombinasi itulah yang membangun karakter Kane. Ia bukan striker yang meledak-ledak seperti Ronaldo atau Rooney, tetapi juga bukan tipe yang dingin seperti Raul. Kane berada di tengah-tengah: tenang, efisien, dan mematikan.
Ketika kita melihat Kane mengambil penalti, melepas umpan lambung, atau menutup ruang dengan tubuh, kita bisa melihat jejak empat striker tersebut dalam dirinya.
Kesimpulan Tambahan: Pilihan Kane Lebih Dalam dari yang Tampak
Tambahan analisis ini semakin menegaskan bahwa daftar striker terbaik versi Harry Kane bukan sekadar daftar acak. Itu adalah cerminan identitas, perjalanan karier, evolusi taktik, dan inspirasi hidupnya.
Ronaldo, Rooney, Raul, dan Sheringham adalah empat sosok yang mewakili aspek-aspek penting dari seni menjadi striker. Henry mungkin lebih populer, lebih flamboyan, atau lebih terkenal bagi generasi tertentu, tetapi empat pilihan Kane lebih personal — dan justru karena itulah daftar ini menarik.
Pada akhirnya, daftar ini mengungkap sesuatu yang lebih besar: bahwa menjadi striker hebat bukan hanya tentang jumlah gol, tetapi tentang siapa yang membentuk kita, siapa yang kita amati, dan siapa yang memengaruhi cara kita memahami permainan.
Dan bagi Harry Kane, empat legenda itu adalah pilar perjalanan sepak bolanya — fondasi yang mengubahnya menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini.