Nuno Mendes yang Menjinakkan Lamine Yamal: Dari Final UEFA Nations League hingga Liga Champions

 

Nuno Mendes, bek kiri andalan Paris Saint-Germain dan tim nasional Portugal, tengah menjadi sorotan besar berkat penampilan gemilangnya dalam dua laga besar melawan Barcelona dan Spanyol. Dalam dua kesempatan penting tersebut, Mendes berhasil meredam ancaman pemain muda sensasional, Lamine Yamal, yang selama ini dikenal sebagai salah satu talenta paling berbahaya di Eropa.

Final UEFA Nations League 2025

Pada 8 Juni 2025, Portugal menghadapi Spanyol di partai final UEFA Nations League. Laga berlangsung dramatis dengan skor imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir, sebelum akhirnya Portugal menang lewat adu penalti.
Mendes tampil sebagai salah satu kunci kemenangan. Ia tidak hanya sukses menjaga Yamal agar tidak leluasa berkreasi di sisi kanan serangan Spanyol, tetapi juga menjadi inspirator permainan Portugal. Mendes mencetak gol pembuka lewat akselerasi khasnya dari sisi kiri, sekaligus menjadi eksekutor yang tenang saat adu penalti. Performa komplet itu membuatnya dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di laga final.

Liga Champions: PSG vs Barcelona (1 Oktober 2025)

Beberapa bulan kemudian, Mendes kembali bertemu Yamal, kali ini di panggung Liga Champions ketika PSG menjamu Barcelona pada 1 Oktober 2025. Pertandingan sarat gengsi ini berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk PSG.
Sekali lagi, Mendes menunjukkan kualitas bertahan kelas dunia. Ia memenangkan mayoritas duel satu lawan satu, membaca pergerakan Yamal dengan sangat cermat, dan beberapa kali memotong jalur umpan yang ditujukan kepada wonderkid Spanyol tersebut. Statistik mencatat bahwa Yamal kehilangan bola hingga 21 kali, sebagian besar akibat tekanan langsung dari Mendes.

Pujian dan Dampak

Istilah “menjinakkan” pun ramai digunakan media dan pengamat untuk menggambarkan bagaimana Mendes mampu membatasi peran Yamal dalam dua laga krusial tersebut. Dari sisi ofensif maupun defensif, bek berusia 23 tahun ini menunjukkan kedewasaan permainan yang membuatnya disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia saat ini.
Pakar sepak bola Eropa menilai bahwa keberhasilan Mendes bukan hanya soal fisik dan kecepatan, melainkan juga kecerdasan membaca permainan. Konsistensinya membuat PSG semakin solid di sisi kiri, sementara di timnas Portugal, ia dipandang sebagai penerus tradisi bek sayap tangguh yang pernah dimiliki Selecao das Quinas.

Dengan performa impresif di dua level berbeda—internasional bersama Portugal dan Eropa bersama PSG—nama Nuno Mendes semakin kokoh di panggung sepak bola dunia. Duelnya melawan Lamine Yamal diyakini hanya menjadi babak awal dari rivalitas panjang yang akan terus tersaji di masa depan.


Situs betting terpercaya & info bola terbaru? ⚽
Cek di sini untuk tips, prediksi, dan berita menarik seputar sepak bola!

Lebih baru Lebih lama